Salah satu destinasi yang paling ingin kami kunjungi saat berada di Leeds adalah Royal Armouries Museum. Museum ini merupakan salah satu museum senjata dan baju zirah terbesar dan paling penting di dunia, dengan koleksi yang berasal dari berbagai periode dan belahan dunia.
Royal Armouries Museum berada di sebuah gedung modern lima lantai dengan luas hampir 7.000 m². Lokasinya berada di kawasan Leeds Dock, sekitar 20 menit berjalan kaki dari area city centre.
Begitu sampai di area museum, Arga sudah langsung excited karena melihat beberapa koleksi meriam yang dipajang di luar gedung.
Sayangnya, kami masih harus menunggu sebentar karena tiba sebelum museum dibuka. Tepat pukul 10.00, pintu museum akhirnya dibuka dan kami pun langsung masuk.
Oh ya, Royal Armouries Museum tidak memungut biaya tiket masuk. Namun, pengunjung disarankan melakukan booking terlebih dahulu, terutama jika datang saat weekend atau musim liburan.

Di lantai dasar, kami langsung dibuat terperangah saat memasuki Hall of Steel. Ini adalah sebuah atrium kaca setinggi tujuh lantai yang dipenuhi ribuan koleksi senjata dan baju zirah, mulai dari lantai hingga hampir menyentuh langit-langit.
Pemandangannya benar-benar impressive.
Karena koleksinya sangat banyak, kami memutuskan naik lift terlebih dahulu ke lantai paling atas dan memulai perjalanan dari sana, lalu turun secara bertahap melewati berbagai galeri.
Oriental & Asia and Africa Gallery

Galeri ini berisi berbagai koleksi senjata, zirah, dan artefak militer dari berbagai wilayah non-Eropa. Ada koleksi zirah gajah, senjata tradisional, hingga perlengkapan militer dari berbagai negara. Ada juga koleksi samurai dari Jepang.
Tapi yang paling membuatku senang tentu saja ketika menemukan keris dari Indonesia di antara koleksi yang dipamerkan. Rasanya selalu menyenangkan menemukan sesuatu yang familiar dari Indonesia di museum yang berada jauh dari rumah.

Di lantai yang sama juga terdapat pameran khusus. Saat kami berkunjung, pameran yang sedang berlangsung adalah Genghis Khan. Pameran ini masih bisa dinikmati hingga 1 November 2026.

War Gallery
Selanjutnya kami masuk ke War Gallery yang menampilkan berbagai koleksi senjata api dan perlengkapan militer dari berbagai periode, mulai dari era pertengahan hingga zaman modern.
Koleksinya cukup beragam dan memperlihatkan bagaimana teknologi persenjataan berkembang dari waktu ke waktu.
Self-Defence Gallery
Berbeda dengan War Gallery, Self-Defence Gallery lebih banyak membahas senjata dan perlengkapan yang digunakan untuk pertahanan diri. Di sini terdapat berbagai senjata sipil, alat perlindungan diri, serta koleksi pedang dan belati bersejarah.

Tournament Gallery
Galeri yang satu ini menurutku termasuk yang paling menarik secara visual. Tournament Gallery menampilkan berbagai koleksi zirah yang digunakan dalam turnamen, termasuk perlengkapan berkuda dan zirah milik Raja Henry VIII.

Melihat zirah lengkap yang ukurannya cukup besar membuat kita bisa membayangkan seperti apa pertandingan dan kehidupan para ksatria pada masa tersebut.
Selain melihat koleksi, di jam-jam tertentu pengunjung juga bisa menyaksikan berbagai pertunjukan dan fight demonstration yang diadakan di beberapa galeri. Sayangnya, kami tidak sempat menyaksikan semuanya karena jadwal pertunjukan tidak selalu bertepatan dengan waktu kunjungan kami. Kalau ingin melihat pertunjukannya, sebaiknya cek jadwal terlebih dahulu sebelum datang supaya bisa mengatur rute menjelajah museum.
Pulang Membawa Pedang dan Topeng Zirah
Setelah puas berkeliling, kami turun kembali ke lantai dasar. Sebelum keluar museum terdapat toko souvenir yang cukup besar dengan berbagai merchandise bertema ksatria dan persenjataan.
Tentu saja Arga langsung punya permintaan. Dia memilih topeng zirah dan sebuah pedang. Katanya, supaya bisa seperti prajurit yang tadi dilihatnya di museum. 😆
Akhirnya kami keluar museum dengan satu anak yang merasa dirinya sudah resmi menjadi seorang prajurit.
Mencoba Leeds Water Taxi
Setelah selesai mengunjungi Royal Armouries Museum, kami memutuskan tidak berjalan kaki kembali ke city centre. Kali ini kami mencoba pengalaman yang berbeda dengan naik water taxi.
Water taxi ini menghubungkan Leeds Dock dengan Granary Wharf yang berada tak jauh dari Leeds Station. Perjalanan dari Leeds Dock menuju Granary Wharf hanya membutuhkan waktu sekitar 12 menit.
Biasanya ada dua kapal yang beroperasi, tetapi saat kami datang hanya satu kapal yang beroperasi. Akibatnya kami harus menunggu sedikit lebih lama sebelum akhirnya bisa naik.
Meskipun perjalanannya singkat, naik water taxi menjadi pengalaman yang menyenangkan karena kami bisa melihat kawasan Leeds dari sisi yang berbeda.
Apakah Royal Armouries Museum Worth It?
Menurutku, sangat worth it, terutama kalau berkunjung bersama anak yang tertarik dengan sejarah, senjata, ksatria, atau hal-hal berbau petualangan.
Arga sendiri terlihat sangat menikmati kunjungan ini. Mulai dari melihat meriam di luar museum, menemukan samurai Jepang dan keris Indonesia, sampai akhirnya pulang membawa pedang dan topeng zirah.
Yang paling menarik, museum ini gratis, koleksinya sangat banyak, dan bangunannya sendiri sudah menjadi pengalaman tersendiri.
Kalau punya waktu cukup saat berkunjung ke Leeds, Royal Armouries Museum menurutku termasuk destinasi yang sayang untuk dilewatkan.
Dan buat kami, museum ini bukan cuma tentang melihat senjata dan baju zirah. Ada momen kecil ketika kami menemukan keris Indonesia yang membuat perjalanan ini terasa sedikit lebih spesial ❤️





























